Tajamnya kerikil yang merata di jalanan tak mematahkan semangat para wanita di balik punggung Gunung Wilis ini untuk mewujudkan mimpi mereka. Mengisi hari hanya sebagai ibu rumah tangga atau dengan bekerja membantu suami di ladang yang sempit membuat kondisi ekonomi warga Dusun Dasun Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri ini tak menentu. Ujung-ujungnya, hutang adalah solusi. Kondisi itulah yang memunculkan inisiatif para kartini dari balik punggung Gunung Wilis untuk mengubah desanya, memunculkan suatu paguyuban yang dapat mengayomi seluruh warganya.
Bermula dari inisiatif ibu-ibu dari kelompok yang sudah ada sebelum didirikannya paguyuban, muncullah suatu media yang diharapkan dapat menampung aspirasi serta menyatukan mereka, Paguyuban Perempuan Sido Rukun. Melalui pendekatan secara pribadi serta sistem getok tular, Nurpiah, salah satu anggota paguyuban ini menuturkan bagaimana usahanya untuk menyampaikan informasi kegiatan sekaligus mengajak para warga bergabung ke dalam paguyuban ini. Nurpiah juga memanfaatkan kesempatan ketika para warga mengambil sembako di rumahnya untuk berdiskusi serta menyampaikan informasi kegiatan yang mungkin dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian mereka. Hal inilah yang membuat paguyuban yang semula hanya beranggotakan 25 orang itu semakin berkembang dan menambah anggotanya menjadi 40 orang.
Keberhasilan yang mereka capai saat ini pun harus disyukuri. Pengadaan Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Dasun sangat perlu dikembangkan. Melalui pendidikan religi ini, diharapkan generasi muda Dusun Dasun dapat memperoleh pengetahuan umum maupun agama sebagai bekal untuk membangun dusun mereka untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Selain di bidang religi, peningkatan ekonomi juga dilakukan dengan berdirinya Koperasi Simpan Pinjam Sido Makmur. Kehadiran koperasi ini sangat membantu para warga yang sedang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tingkat bunga yang rendah membuat para warga tak lagi ambil pusing untuk mencari tempat pinjaman uang serta menghindarkan diri mereka dari ancaman para lintah darat. Hal tersebut benar-benar menguntungkan bagi para warga yang semula hanya mengandalkan panen ini.
Usaha keripik pisang merupakan salah satu penerapan program UKM di Dusun Dasun. Selain dapat menambah pendapatan, proses pembuatan keripik pisang yang dilakukan bersama-sama dapat meningkatkan rasa kebersamaan di antara para ibu dusun ini. Tak hanya beredar di sekitar desa, produk yang mereka hasilkan kini telah merambah ke kota. Tak kalah dengan usaha keripik pisang, program UKM yang sukses dilaksanakan yakni ternak kambing. Dikelola secara langsung oleh para masyarakat, ternak kambing ini juga merupakan hal yang sangat efektif membantu peningkatan ekonomi para warga Dusun Dasun.
Keyakinan serta keinginan yang kuat dari para anggota Paguyuban Perempuan Sido Rukun ini membuat hambatan-hambatan yang menghadang jalan mereka dapat ditembus secara perlahan tapi pasti. Kekhawatiran yang pernah dirasakan oleh para aparat desa terhadap kegiatan yang mereka lakukan pun juga dapat diatasi dengan kejujuran dan prinsip yang mereka pegang teguh, yakni mereka merasa hal tersebut tidak mengganggu orang lain dan kegiatan yang mereka lakukan memang benar.
Kegiatan yang mereka lakukan menimbulkan berbagai pandangan dan respon dari warga masyarakat. Beberapa warga yang tidak mau bergabung karena takut kegiatan yang dilakukan akan gagal memang membuat para anggota paguyuban tidak nyaman. Namun para kartini ini mengatasinya dengan menyampaikan tujuan awal dari paguyuban tersebut. Sebaliknya, semangat akan muncul bagi warga yang mau bergabung dan percaya bahwa paguyuban ini akan sukses dan membawa perubahan bagi mereka. Dengan semangat yang mereka miliki, mereka berusaha untuk meningkatkan paguyuban ini lebih baik dari berbagai bidang.
Nurpiah berharap dengan didirikannya Paguyuban Perempuan Sido Rukun ini para warga dapat menambah pengetahuan, pengalaman serta meningkatkan ekonomi mereka. Sedangkan Sulastri, ketua Paguyuban Perempuan Sido Rukun berharap paguyuban yang mereka dirikan tidak akan mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya.
Para Kartini kini sudah kembali muncul, tak hanya berjuang meningkatkan pendidikan, tapi juga perekonomian dari seduah dusun kecil di balik punggung Gunung Wilis, Dasun. Mereka tak menyangka bahwa lulusan SD dapat melakukan hal sebesar ini. Diteguhkannya deklarasi oleh para pengurus paguyuban akan menguatkan semangat untuk membangun desa mereka menuju desa sejahtera, desa impian para warga.

Read more

Resensi Buku : The Kite Runner

Written by Zuhrufi Latifah 2 comments Posted in:


Zendagi Migzara

Judul                 : The Kite Runner
Pengarang      : Khaled Hosseini
Penerjemah  : Berliani M. Nugrahani
Penerbit          : Qanita
Tahun terbit  : 2003

Zendagi Migzara. Kehidupan terus berjalan. Mengisahkan persahabatan antara Amir dan Hassan. Hassan adalah seorang anak pelayan keluarga Amir, namun mereka berdua saling menyayangi. Hassan memberikan segala kasih sayang serta kesetiaannya pada Amir, begitu juga dengan Amir. Mereka berdua bermain bersama, membaca kisah Shahnamah bersama di bawah pohon di puncak bukit –Amir yang membacakannya untuk Hassan, karena Hassan tak dapat membaca- dan mengejar layang-layang. Tak jarang, ketika Amir diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal, Hassan lah yang mengusirnya. Ayah Amir –yang mereka sebut Baba- sangat menyayangi mereka berdua, namun Amir merasa sangat sulit untuk mendapatkan kebanggaan ayahnya sendiri untuk dirinya. Hingga pada suatu hari Amir mengikuti turnamen layang-layang, dan apabila ia menang ia bisa mendapatkan apa yang selama ini diinginkan dari ayahnya, suatu kebanggaan pada anaknya. Dan memang, ia berhasil memutuskan layang-layang yang berada di sampingnya. Hassan dan Amir sangat senang, Hassan  mengatakan pada Amir bahwa ia akan membawa layang-layang yang telah berhasil ditumpaskan Amir untuknya, “Untukmu, keseribu kalinya”. Namun saat Amir mencari Hassan yang tak kunjung kembali, semua keadaan mulai berubah. Amir melihat Hassan sedang dikerumuni oleh tiga anak lelaki nakal yang sangat disegani di wilayahnya. Hassan mendapat perlakuan yang tidak senonoh, Amir melihatnya, namun ia tak berani melakukan apa pun, ia melihat segalanya, namun ia tetap diam terpaku, dan ia pun pergi. Sejak itu, persahabatan mereka mulai merenggang. Amir yang tak tahan akhirnya memfitnah Hassan dan ayahnya agar mereka keluar dari rumahnya dan berharap kehidupannya akan kembali tenang setelah mereka pergi. Akhirnya Hassan dan ayahnya keluar dari rumah, meninggalkan Amir dalam duka, penyesalan, dan ketidaktenangan selama bertahun-tahun. Akankah Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya di tengah belantara puing di kota Kabul? Dapatkah Amir mendapat maaf dari sahabatnya, Hassan, setelah mengkhianatinya? 
The kite runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Buku ini bahkan telah menjadi best seller di New York, Amerika, dan telah difilmkan pada tahun 2007 lalu. Jadi, bagi kamu para penggila buku dan ingin menjadi salah satu pembaca buku best seller dunia ini, jangan kelewatan untuk membacanya.

Read more
Powered by Blogger.