Resensi Buku : Perahu Kertas

Written by Zuhrufi Latifah 0 comments Posted in: ,


Hati Tidak Memilih, Hatilah yang Dipilih


Judul                     : Perahu Kertas
Pengarang          : Dewi Lestari
Editor                    : Hermawan Aksan
Penerbit               : Truedee Pustaka Sejati
Tahun terbit         : Agustus 2009


Kugy adalah seorang cewek yang cantik, supel dan cerdas tapi sangat cuek dalam berpenampilan.  Ia mempunyai cita-cita yang bagi banyak orang profesi tersebut tidak dapat menjaminnya untuk sukses : penulis dongeng. Namun ia tak pernah patah semangat, hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta, sakit hati serta membuatnya berpikir untuk lebih realistis dan membuang mimpi besarnya. Keenan adalah seorang cowok yang cerdas dan memiliki bakat yang sangat tinggi dalam melukis. Satu-satu impiannya hanyalah menjadi seorang pelukis, sayangnya sang ayah sama sekali tidak mendukungnya dan memaksanya berkuliah di bidang manajemen untuk meneruskan bisnis ayahnya. Pertemuan kedua insan muda yang saling berlawanan penampilan namun sangat kompak dan selaras dalam berbagai hal ini membuat mereka saling jatuh cinta. Namun kisah cinta mereka harus terputus meski mereka berdua belum sempat menyatakan cintanya. Kugy terlanjur menilai buruk Keenan atas keputusasaan dan keputusannya. Hal tersebut membuat hidup Kugy dan Keenan berantakan. Mereka berdua akhirnya terpisah selama bertahun-tahun sambil membawa rasa cinta yang terus membayangi mereka berdua dalam menjalani realitas kehidupan. Tetapi hati tak pernah salah, ketika mereka bertemu saat sudah mempunyai kekasih masing-masing, semuanya berubah.
Gaya penceritaan yang luwes serta mudah dipahami membuat novel ini sangat menarik. Alur yang ditata dengan baik sukses mendorong para pembacanya untuk terus membaca hingga akhir. Penggambaran suasana hati para karakter mudah untuk dipahami serta diikuti, bahkan membuat para pembaca serasa terlibat dalam cerita dan meluapkan emosinya masing-masing. Berbagai nasihat yang terdapat dalam novel ini juga memberikan semangat para pembaca untuk terus berusaha mencapai mimpi-mimpinya.
Namun dalam novel ini ada beberapa istilah asing yang tidak terdapat penjelasan secara detail sehingga membingungkan para pembaca yang masih belum mengetahui makna istilah-istilah tersebut.
Novel keenam karya seorang penulis ternama bernama pena “Dee” ini memang layak untuk dibaca. Alur yang menarik serta penggambaran karakter serta watak yang jelas semakin membuat pembaca untuk terus membaca hingga akhir. Pesan-pesan serta nasihat bijak yang terdapat pada dialog memberi kita berbagai motivasi dan semangat untuk tetap menjadi diri sendiri, tidak putus asa, serta terus berusaha untuk mencapai semua mimpi-mimpi kita.
“Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh,”.



Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.